Our Voice

Berisi Adegan Threesome, ‘SHAME’ Dilarang Tayang di Singapura!

Film provokatif yang dibintangi Michael Fassbender berjudulSHAME dilarang tayang di bioskop-bioskop Singapura. Hal tersebut dikarenakan Steve McQueen, selaku sutradara, enggan memotong adegan vulgar dalam film tersebut.

Film yang berhasil mendapat nominasi Golden Globe dan Bafta ini sebenarnya akan tayang khusus untuk usia 21 tahun ke atas dengan sebuah persyaratan. Satu syarat tersebut adalah memotong adegan threesome yang tampil begitu eksplisit dalam penggarapannya.

Namun McQueen tetap bertahan dengan pendirian untuk tidak melakukan editing ulang. Padahal pihak Singapura hanya ingin di edit beberapa bagian lantaran durasi threesome itu terlalu panjang.

“Tuan McQueen merasa karya yang buruk adalah karya yang terkena  sensor. Adalah tindakan tak menyenangkan jika film yang dia buat dengan hati harus mengalami proses tersebut, ” papar salah satu wakil distributor Singapura.

“Kami menghormati keputusannya. Karena tak ada titik temu, maka dengan berat hati kami nyatakan bahwa SHAME tak akan tayang di jaringan bioskop Singapura.” Tutup wakil itu. (kpl/abs)

sumber : www.kapanlagi.com

5 Hal yang Keliru Tentang Gay

Banyak sudah blogger yang menulis tentang homoseksualitas. Beragam tujuan yang ingin disampaikan, namun ada beberapa hal yang menggelitik saya untuk menulis, guna memberi presfektif yang lebih nyata dan bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Sebelum mengurai satu persatu hal-hal yang ingin saya komentari, alangkah baiknya saya memperkenalkan diri. Saya terlahir sebagai laki-laki dari keluarga Muslim, yang sejak umur 6 tahun sudah tertarik dengan teman sesama jenis. Walaupun saat itu saya kurang mengerti perasaan ini, karena tahun 80-an informasi tentang hal ini belum banyak. Saya sadar  hal itu aneh, tapi saya tetap hidup biasa dan cenderung mengikuti permainan laki-laki. Tapi lingkungan seringkali mengolok-olok saya seperti banci, padahal saya tidak merasa seperti itu, dan tidak suka permainan perempuan. Ibu saya yang over protektif dan bapak yang cenderung sibuk kerja, kurang menolong kegelisahan saya diperlakukan lingkungan seperti itu. Akhirnya saya selalu berharap ada teman baik yang bisa melindungi saya dari ejekan-ejekan mereka yang menyakitkan itu. Terlebih karena saya dianugrahi kecerdasan yang lebih dari teman-teman, saya bisa mandiri di sekolah tanpa harus bergaul dengan banyak teman, cukup yang saya anggap baik dan bisa saling menghargai saja. Sedangkan tipe teman yang tukang pengejek dan pembual saya jauhi, karena saya anggap mereka hanyalah orang-orang bodoh yang tidak penting.

Dalam usia yang telah mencapai 34 tahun ini saya telah banyak melewati “pencarian” untuk mengerti perasaan saya sendiri sebagai homoseksual. Mulai dari buku-buku, datang ke psikolog dan psikiater langsung, bertemu teman-teman homoseksual baik langsung atau chatting, dan browsing berbagai macam artikel tentang homoseksual. Dari sinilah, saya menemukan hal-hal yang ingin saya komentari, baik dari tulisan yang pernah dibaca maupun dari pengalaman saya sendiri, antara lain:

(1) Menyebut “Sakit” atau “Tidak Normal” untuk Homoseksualitas

Memang banyak juga gay yang  menggunakan kata “sakit” untuk menunjuk dirinya atau teman seperti dirinya. Namun, kata “sakit” apapun itu cendeung berkonotasi negatif. Kata tersebut hanya menambah beban psikologis bagi yang merasakannya. Mengapa homoseksual tidak perlu disebut “sakit”?  Bayangkan saja, bila Anda punya rahasia yang tak nyaman tapi harus dipendam berpuluh-puluh tahun, karena tidak mudah menyatakannya pada semua orang! Orang-orang heteroseks yang sakit biasa atau sedang jatuh cinta, mungkin bisa curhat sesuka hati tentang perasaan yang dia alami, tapi merasakan kegelisahan sebagai homoseks belum tentu bisa diungkapkan pada siapapun. Karena resikonya, alih-alih akan mendapat simpati, kebanyakan mungkin hanya caci maki atau keprihatinanyang tak perlu.

Kata “tidak normal” untuk homoseks juga cukup menyudutkan, karena seolah-olah berperilaku menyukai lawan jenis adalah semua normal. Padahal menyukai lawan jenis tanpa menghormati terhadap nilai-nilai yang berlaku sama saja dengan tidak normal, tapi jarang kita mendengar orang heteroseks yang berzina dengan lawan jenis disebut sebagai orang tidak normal.

(2) Homoseksual harus “Disembuhkan”

Banyak artikel yang menyatakan bahwa homoseksual harus “disembuhkan”. Penulis artikel yang mengandung kata-kata ini biasanya adalah heteroseksual yang merasa peduli dan berkeinginan untuk “menolong” kaum homoseks. Untuk tujuannya saya ucapkan terima kasih. Namun, seperti halnya kata “sakit” saya sangat tidak suka dengan kata “disembuhkan” atau “sembuh”. Kata tersebut terlalu menunjukan arogansi heteroseksual. Ada kesan, mentang-mentang suka lawan jenis, jadi merasa paling “sehat”.

Akan lebih bijak bila melihat homoseksualitas itu seperti orang berbeda keyakinan, yang hak memang perlu ditunjukan, namun perlu pendekatan yang baik dan benar. Soal diterima atau tidak, hanya hidayah Allah-lah yang menentukan.

(3) Langsung Menggunakan Dalil-Dalil yang Bersifat Mengecam dan Mengancam

Dalam Al Qur’an atau hadist perilaku homoseksual memang tak pernah ada ruang penafsiran yang lain, kecuali perbuatan melampaui batas alias dosa besar. Mungkin juga di agama lain begitu, walaupun dalam perkembangan agama lain ada sejumlah toleransi.

Tulisan atau ungkapan yang sangat mengedepankan dalil bukan berarti tidak baik, tetapi seperti langsung menampar. Dalam kegelisahannya, pasti banyak gay yang mencari tahu sendiri tentang dali-dalil yang melarang perilaku homoseksual. Yang berarti kemungkinan besar, dalil-dalil itu sudah tahu.

Saya pernah diajak ke pengajian umum oleh teman hetero yang tahu saya gay. Sewaktu sesi tanya jawab, entah teman saya atau bukan yang menyodorkan pertanyaan di kertas tentang homoseksual. Dan cukup mengejutkan, dengan berdasarkan sebuah hadist, ustad yang sangat terkenal di kota Bogor itu menjawab singkat: “homoseks harus dibunuh!” Huh, picik amat saya pikir, mentang-mentang dia atau anaknya bukan homoseks jadi to the point begitu.

Dalil-dalil tetap perlu, sebagai penutup dan penegas dari sebuah tulisan yang berbobot bagi yang menyodorkan solusi. Artinya tulisan yang dihasilkan dari penelitian yang serius tentang homoseksualitas yang mampu mengangkap sisi-sisi dan suasana psikologis orang-orang yang merasakannya. Penelitian serius disini bukan berarti harus seperti skripsi, tesis atau yang lain-lain, tetapi yang melalui banyak penelaahan dari berbagai sumber.

(4) Pengalaman dari Sesama Homoseks sepertinya lebih Menyentuh

Ada pepatah: “serahkan segala sesuatu pada ahlinya”. Bila kita mau ke Jakarta, maka harus bertanya pada orang yang pernah ke Jakarta. Akan lebih baik lagi, bila kita bertanya pada orang yang pernah tinggal di Jakarta, dan akan sangat baik bila kita bertanya pada orang yang sering jalan-jalan keliling Jakarta.

Seringkali tulisan-tulisan yang memberi solusi tentang homoseksual berasal dari seseorang yang seperti membaca peta saja. Ditambah dali-dalil yang yang tujuannya mempertegas, maka kesannya tulisan itu sempurna menyampaikan kebenaran. Padahal hanya menebak-nebak, seperti membaca peta saja.

Namun, di jaman teknologi informasi seperti sekarang, tulisan-tulisan dari homoseks yang berbagi perjuangannya, baik dalam mengarungi rumah tangga dengan lawan jenis, mengurus anak, dan serba-serbi pengalamannya sangat melimpah. Itulah yang sebenarnya yang lebih bisa dijadikan teladan, karena itu riil.

Cerita sahabat Rasul yang berusaha beralih dari homoseks untuk hidup sesuai perintah-Nya, rasanya belum pernah terdengar dan terbaca, kecuali riwayat-riwayat tentang hukumannya. Yah tidak apa-apa, toh Allah masih memberikan petunjuk pada orang-orang yang berusaha mengungkapkan pengalamannya pada berbagai tulisan yang ada sekarang. Tentunya tidak asal terima, tapi perlu kehati-hatian, mana yang perlu dan tidak perlu diterima sesuai dengan keyakinan kita.

(5) Tidak Perlu Memaksakan Pemikiran

Para penulis dari kalangan gay seringkali menulis bahwa gay bukanlah penyakit kejiwaan berdasarkan ketentuan WHO.  Untuk ini saya setuju saja. Tetapi kadang ada yang menghakimi, bahwa gay yang berkeinginan untuk merubah orientasinya sebagai sikap kamuflase, saya sangat tidak setuju.  Itu sangat meremehkan sesama gay. Memang tujuan akhir penulis-penulis semacam ini adalah adalah untuk mewujudkan persamaan hak-hak gay  di hadapan publik sehingga bisa terbuka, menikah sesama jenis, mungkin kalau bercerai juga ada prosesnya, dan lain-lain.

Adalah hak setiap orang  untuk merasa nyaman dalam hidupnya. Ada orang yang nyaman selamanya menjadi gay, silahkan menjadi gay dengan segala konsekuensinya. Dan ada gay yang selalu gelisah. Kegelisahan mungkin pada takut ketahuan, takut dikucilkan, takut kesepian di hari tua, takut suatu saat di akhirat, dan lain-lain, yang kesemuanya tergantung pada masing-masing pribadi dalam menyikapinya.

Dan akhir kata untuk tulisan ini, saya tidak akan memaksakan orang lain seperti yang saya inginkan. Biarlah tulisan ini menjadi sedikit koreksi atas hal-hal yang tidak penting yang selama ini tidak memberi makna positif.

sumber : http://ramaanggadiredja.wordpress.com

sumber gambar : http://shanghaiist.com

4 Perempuan Cantik di Dunia Yang Dulunya Adalah Lelaki

Menjadi seorang transeksual seringkali menjadi cemoohan dan terpinggirkan. Tetapi, tidak bagi empat pesohor di dunia hiburan berikut ini. Mereka mampu menjadi orang sukses meskipun berstatus transeksual dan hal itu tidak menghalanginya dalam berkarya.
Empat wanita ini dulu terlahir sebagai pria. Siapa saja mereka?

1. April Ashley

Lahir pada 25 April 1935, Ashley pernah menjadi model dan pelayan restoran. Ia adalah orang Inggris pertama yang terbuka pada publik sebagai seorang transeksual, pengakuannya dipublikasikan dalam Sunday People pada 1961.

Ia juga diketahui sebagai orang Inggris pertama dan kesembilan di dunia yang melakukan operasi ganti kelamin. Ashley lahir dengan nama asli George Jamieson di Smithdown Road Hospital, Liverpool, Inggris dan memiliki lima saudara. Latar keluarganya cukup religius, ayahnya beragama Katolik Roma dan ibunya seorang Protestan.

Pada usia 14 tahun ia bergabung dengan Angkatan Laut dan ketika usianya memasuki 15 karakteristik seksualnya tidak berkembang. Ia berusaha bunuh diri setelah pulang dari Angkatan Laut dan dikirim ke pusat pengobatan mental di Ormskirk untuk pengobatan sengatan listrik.

Merasa kehidupannya di Inggris kurang memadai, Ashley pindah ke Paris pada 1950an dan mengganti namanya menjadi Drag Queen. Ia bergabung sebagai pemain dalam pertunjukkan kabaret di Carousel Theatre bersama dengan artis terkenal asal Prancis, Coccinelle.
Ashley menjalani operasi ganti kelamin di Casablanca, Maroko. Operasi tersebut dilakukan pada 12 Mei 1960 oleh dokter Georges Burou. Proses operasi sendiri memakan waktu tujuh jam dan berhasil. Ia pun kembali ke Inggris dan dengan bermodal wajah cantik Ashley menjadi model terkenal. Wajahnya terpampang di media bergengsi seperti Vogue. Ashley bahkan mendapat peran di film The Road to Hong Kong, yang dibintangi aktor ternama Bing Crosby dan Bob Hope.

Sebagai seorang transseksual ia hidup normal dan menikah dengan Arthur Corbett pada 1963 tetapi pernikahan tersebut kandas pada 1970. Lalu pada tahun 1980an, Ashley menikah dengan Jeffery West. Baru pada 2005 April Ashley mendapatkan pengakuan secara legal sebagai seorang wanita yang ditandai dengan dikeluarkannya akta kelahiran baru setelah adanya Gender Recognition Act 2004.

2. Dana International

Memiliki nama asli Sharon Cohen, tetapi secara profesional ia dikenal dengan nama Dana International. Lahir di Yaron Cohen pada 1972, Dana merupakan artis pop asal Israel yang sangat terkenal.

Cohen adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Meskipun secara biologis ia lahir sebagai pria, Cohen diidentifikasi sebagai wanita dari usia yang sangat muda, yaitu 13 tahun. Ia bercita-cita menjadi penyanyi sejak berusia delapan tahun setelah melihat penyanyi legendaris Israel, Ofra Haza membawakan lagu ‘Chai’ di Eurovision Song Contest 1983. Meskipun keluarganya miskin, ibu Cohen bekerja untuk membiayai Cohen belajar musik.

Namanya melambung setelah membawakan lagu berjudul ‘Diva’ serta memenangkan Eurovision Song Contest pada 1998. Ia disebut-sebut sebagai selebriti transseksual yang paling terkenal di dunia. Karirnya dimulai pada 1992, sejak saat itu ia telah menghasilkan delapan album dan tiga album tambahan. Saat ini, ia menjadi salah seorang juri acara pencarian penyanyi berbakat Israel, Kokhav Nolad.

3. Harisu

Harisu adalah nama panggung dari Lee Kyung-eun, seorang transeksual yang menjadi penyanyi, model dan aktris terkenal asal Korea Selatan. Secara biologis, Harisu yang lahir pada 17 Februari 1975, adalah seorang pria. Ia teridentifikasi sebagai seorang wanita pada saat masih kecil dan menjalani oeprasi pergantian kelamin pada 1990an.

Harisu tercatat sebagai seorang seniman Korea pertama yang seorang transseksual. Pada 2002 ia secara hukum mengganti jenis kelaminnya menjadi seorang wanita. Perhatian publik pertama kali tertuju padanya ketika Harisu tampil dalam sebuah iklan. Iklan tersebut cukup sukses dan membuat kariernya dalam dunia hiburan makin menanjak. Ia pun mengembangkan kariernya dalam bidang musik dan akting.

Sampai saat ini Harisu memiliki lima album rekaman yang terdiri dari berbagai aliran musik seperti tekno dan R&B. Lagunya juga ada yang direkam dalam bahasa mandarin. Pada 2001, Harisu mendapatkan kesempatan untuk berakting dalam film Yellow Hair 2. Sejak saat itu ia pun kebanjiran tawaran untuk membintangi sejumlah film seperti Hi!Honey dan serial drama Korea seperti Colour Blossoms.
Kehidupan percintaannya pun berjalan normal. Pada 19 Mei, 2007, Harisu menikah dengan Micky Jung. Mereka sebelumnya sudah berpacaran selama dua tahun.

4. Nong Tum

Lahir sebagai bayi laki-laki pada 9 Juni 1981, Parinya Kiatbusaba kini lebih populer dikenal sebagai Nong Tum. Ia merupakan ‘kathoey’ (pelaku transeksual dari pria menjadi wanita) paling terkenal di Thailand.

Uniknya, sebelum berubah menjadi wanita, Nong Tum adalah seorang petinju (Muay Thai atau tinju ala Thailand).
Sejak kecil sebenarnya, ia sebenarnya sudah menyadari ada berbeda dari dirinya. Namun, karena orangtuanya tidak mengetahui hal itu, Nong Tum didaftarkan ke sebuah kamp tinju. Dan ternyata, meskipun pembawaannya lebih feminin dibandingkan petinju lainnya, Nong Tum tergolong sebagai petinju berbakat.

Ia pun akhirnya mengikuti sejumlah pertandingan. Walau awalnya uang kemenangan ingin ia gunakan untuk operasi ganti kelamin, tetapi ternyata Nong Tum mencintai olahraga tinju.
Kehidupan publiknya dimulai pada Februari 1998, setelah memenangkan pertandingan di Bangkok Lumpini Boxing Stadium, pusat dunia Muay Thai. Media Thailand mulai menyadari ada satu atlet yang feminin, dan gemar mencium serta memeluk lawan mainnya yang lebih kekar.

Setelah itu, Nong Tum makin terkenal, karena sering muncul di majalah dan televisi.
Ia pun akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin pada 1999, sesaat setelah berhenti menjadi petinju. Selepas itu, Nong Tum beralih profesi sebagai penyanyi.

Kisahnya cukup terkenal, dan diangkat menjadi sebuah film bertajuk ‘Beautiful Boxer’ pada 2003. Film ini menuai banyak pujian dan memenangkan sejumlah penghargaan. Kehidupan Nong Tum sebagai transeksual juga merupakan bagian dari buku ‘Ladyboys: The Secret World of Thailand’s Third Gender’.

Pada Februari 2006, Nong Tum membuat comeback sebagai petinju wanita. Ia beberapa kali memenangkan pertandingan. Hingga akhirnya pada 2010, Nong Tum membuka kamp tinju miliknya, dan menjadi pelatih tinju.

sumber : http://terselubung.blogspot.com

10 Film Pendek Bertemakan LGBT “Sanubari Jakarta”.Siap Tayang 12 April 2012

Sinopsis Singkat: 
“Sanubari Jakarta” merupakan kompilasi 10 film pendek, 10 cerita bertemakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) karya 10 sutradara. Masing-masing film tersebut berdurasi 10 menit.

Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, pandangan terhadap perbedaan orientasi seksual dan/atau identitas gender masih sangat tabu dan kerap menjadi kontroversial berkepanjangan. Hal itu disebabkan karena secara umum hubungan yang dianggap “normal” hanyalah hubungan antara laki-laki dan perempuan. Film ini dijadwalkan tayang pada 12 april 2012.

Tahun Lalu, Iran Hukum Mati 670 Orang

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Iran telah mengeksekusi 670 orang pada tahun lalu. Sebagian besar karena melakukan kejahatan narkoba.

Sekitar 20 lainnya dieksekusi karena melanggar hukum Islam. Data tersebut dikeluarkan oleh investigator PBB.

Ahmed Shaheed, mantan Menteri Luar Negeri Maladewa yang menjadi investigator PBB, juga melaporkan kekerasan yang dilakukan Iran. Kekerasan tersebut antara lain, kekerasan terhadap homoseksual dan serikat pekerja.

Shaheed memaparkan laporannya dalam Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang dihadiri 47 negara. Iran menyebut laporan tersebut sebagai kumpulan tuduhan tanpa dasar. Iran tidak hadir dalam pertemuan itu.

“Sejak pertengahan September 2011, jumlah eksekusi naik dari 200 menjadi lebih dari 600 pada akhir tahun,” ujar Shaheed kepada Dewan HAM PBB, Senin (12/3).

Menurutnya, sebanyak 421 eksekusi telah diumumkan secara resmi. Sebanyak 249 lainnya adalah eksekusi rahasia. Informasi tersebut ia dapatkan dari sumber orang dalam.

Sumber : http://www.republika.co.id

Ribuan Warga Chili Ramaikan Prosesi Pemakaman Pria Gay yang Disiksa

Santiago, Ribuan warga Chili meramaikan prosesi pemakaman seorang pria gay yang tewas dianiaya oleh kelompok neo-Nazi. Kematian tragis pria bernama Daniel Zamudio tersebut menimbulkan kemarahan publik Chili.

Warga juga memadati jalan-jalan yang dilalui kendaraan-kendaraan yang bertolak dari rumah Daniel Zamudio di San Bernardo, sebelah selatan Santiago menuju pemakaman di Santiago. Warga mengibarkan saputangan berwarna putih juga melemparkan bunga-bunga dan bertepuk tangan.

“Akan ada waktu untuk keadilan namun saat ini, saya hanya meminta penghormatan dan saya berterima kasih pada Anda semua atas sikap dan air mata yang ditumpahkan untuk saudara saya,” kata Diego Zamudio, saudara laki-laki Daniel saat prosesi kremasi seperti dilansir News.com.au, Sabtu (31/3/2012).

Daniel disiksa dan dipukuli hingga tewas pada 3 Maret lalu. Foto-foto yang dirilis keluarga pria berumur 24 tahun itu menunjukkan, para penyerang memukuli kepala Daniel, menyundutnya dengan rokok dan menorehkan simbol Nazi dan slogan-slogan di tubuhnya. Pria yang terang-terangan mengaku gay itu tewas akibat luka-lukanya pada Selasa, 27 Maret lalu atau 25 hari kemudian.

Empat tersangka telah ditangkap dalam kasus ini. Mereka diyakini sebagai anggota kelompok neo-Nazi yang berumur 19 tahun hingga 25 tahun. Namun keempatnya membantah telah menyerang Daniel. Mereka juga membantah sebagai anggota neo-Nazi.

Chili geger dengan serangan tersebut. Peristiwa mengerikan itu terjadi seiring pantangan atas homoseksualitas perlahan-lahan berkurang di negara Katolik dan konservatif itu.

Tahun lalu, Presiden Chili Sebastian Pinera mengusulkan RUU keluarga yang akan memungkinkan adanya pernikahan sipil bagi pasangan sesama jenis. Namun anggota parlemen belum mengeluarkan putusan soal tersebut.

sumber berita : http://news.detik.com

foto : http://globalvoicesonline.org

Perwakilan LGBT, Melaju ke Seleksi Tahap Ketiga Calon Komisioner Komnas HAM

Di seleksi tahap ketiga, nama-nama akan mengerucut menjadi 60 orang dan diumumkan pada 13 April mendatang.

JAKARTA, Jaringnews.com – Sebanyak 120 dari 276 orang lolos dalam seleksi tahap kedua calon calon komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pengumuman nama-nama yang lolos uji profil dan masukan masyarakat tersebut disampaikan Ketua Tim Seleksi Jimly Asshiddiqie saat memberikan keterangan pers di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta, Rabu (14/3).

Jimly mengatakan 120 orang yang dinyatakan lulus tersebut akan melanjutkan seleksi tahap ketiga, berupa tes psikotes, tes kesehatan, tes kejiwaan serta pembuatan makalah tentang HAM. Nantinya, lanjut dia, di seleksi tahap ketiga, nama-nama akan mengerucut menjadi 60 orang dan diumumkan pada 13 April mendatang.

“Selanjutnya tes keempat adalah wawancara, yang menyisakan 30 kandidat yang nantinya di serahkan ke DPR,” terang Jimly.

Adapun klasifikasi dari total yang dinyatakan lulus proses seleksi tahap kedua yakni klasifikasi jenis kelamin (perempuan 27 orang, laki-laki 93 orang), klasifikasi pendidikan (strata 1 ada 45 orang, strata 2 sebanyak 58 orang, dan strata 3 sebanyak 17 orang).

Lalu, klasifikasi pekerjaan (anggota Komnas Ham Periode 2007-20012 sebanyak 5 orang, pegawai Komnas HAM sebanyak 3 orang, mantan anggota perwakilan Komnas HAM sebanyak 5 orang, advokat sebanyak 16 orang, dosen/guru sebanyak 22 orang, jurnalis sebanyak 3 orang, PNS sebanyak 6 orang, pensiunan PNS/pejabat negara sebanyak 2 orang, purnawirawan Polri/TNI sebanyak 2 orang, rohaniawan sebanyak 2 orang, swasta sebanyak 3 orang, dokter/konsultan/peneliti sebanyak 4 orang dan LSM/Ormas sebanyak 47 orang.

sumber : http://jaringnews.com

Perez Hilton: Aku tahu aku gay

Selebriti blogger Perez Hilton telah bergabung  sebagi kontributor sebuah proyek baru  yang dilakukan oleh huffingpost  yang diberi Tajuk ” The Moment I knew I was Gay”.  Kegiatan ini berisi tentang video dokumentasi singkat yang menceritan pengalam pertama seorang  kontributor , ketika menyadari bahwa ia memiliki ketertarikan yang berbeda dari yang lain.

Dalam klip ini , Perez berbagi cerita  kepada kita tentang pengalaman pertama tertarik dengan teman lelakinya.

Perez    : “Waktu umur gwe enam tahun, gwe senang banget main bola bersama teman-teman tetangga  dilapangan. Berguling-gulingan diatas tanah, tumpuk-tumpukan, dan gwe menikmati banget saat-saat itu. Itu menyenangkan dan nyaman buat gwe, ini mengkin kedengarnya nakal, tapi justru sejak kecil gwe udah bisa mengidentifikasi arah oreintasi seksual gwe”.

Ourvoice, berniat melakukan hal sama yaitu,  membuat video  singkat maksimal 1 menit yang akan kita publikasikan melalui website kami. Bagi kawan-kawan LGBTIQ yang  berminat berbagi pengalaman seperti yang dilakukan oleh Perez Hilton,  jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Bagi kawan-kawan yang berada diwilayah JABOTABEK silahkan hubungi kami, dan kami akan langsung bertemu dengan kawan-kawan membuatkan video singkat tentang pengalaman kawan-kawan. Dan untuk yang berada diluar kota silahkan rekam dan kemudian kirim ke kami, tidak perlu memakai alat yang cangih, dengan telpon genggampun akan kami terima.

Pastikan untuk menyertakan nama lengkap,  durasi video 30-60 detik, dan harus menampilkan wajah kawan-kawan secara jelas kearah kamera, sambil mengucapkan kata pembuka “ pada saat saya tau…”

Ourvoice  sangat menantikan dan ingin mendengar cerita dari kawan-kawan!

Silihkan kirim rekaman kawan melalui email : ourvoice.lgbtiq@gmail.com

Pemutaran Film dan Diskusi. Film “Circumstance”

Judul Film : Circumstance

Pemeran  : Nikohl Boosheri, Sarah Kazemy

Genre       : Drama

Sutradara : Maryam Keshavarz

Durasi      : 107 menit

Subtitle    : Bahasa Indonesia

Circumstance adalah Sebuah  Film drama Independen tentang lesbian remaja. Film ini bercerita tentang  “cinta terlarang”, Dua Perempuan Berjilbab  bernama Atefah dan Shiren,  Atefah berasal dari keluarga yang berada, Ibunya seorang Dokter, Ayahnya seorang Pengusaha Ternama di Kota Teheran. Sedangkan Shireen adalah  seorang anak piatu memiliki ayah yang bekerja sebagai penulis yang anti pemerintah.

Persahabatan yang berujung asmara membawa Atefah dan Shiren menuju babak baru dalam kehidupan  percintaan mereka. Sebagai anak muda yang lahir di zaman modern,  Atefah dan Shiren tidak bisa memungkiri akan kerinduan  kebebasan yang tak bisa ia dapatkan dari hukum islam yg memenjarakan tubuh mereka.

Melepas Jilbab, Berpesta, mendengarkan musik, menikmati  alkohol, memakai rok mini, adalah sebuah ekspresi sebagai pelepas dahaga dari ketertindasan akan situasi geopolitik Negerinya. Di tengah kemesraan yang mulai membuncah, datanglah Mehran (abang Shireen yang baru seja kembali dari panti rehabilitasi Narkoba).

Perubahan Drastis Nampak jelas terlihat di tingkah laku Mehran, sekembalinya dari panti rehalibitasi Narkoba Mehran mengantikan kecanduan  Kokain dengan Kecanduan Agama. Dan bahkan ia memutuskan untuk menjadi polisi moral.

Setiap gerak-gerik mereka berdua diawasi dengan ketat.  Melalui kamera yang dipasang dihampir setiap sudut ruangan. Hingga terekanlah sebuah adegan mesra antara Atefah dan Shiren.

Apa yang akan terjadi setelah rekaman adegan mesra antara Atefah dan Shiren diketahui oleh Mehran? Dan keputusan apa yang akan diambil oleh kedua gadis berjilbab ini? Semua akan terjawab setelah kawan-kawan menyaksikan film ini.

Film kontroversial  ini telah dilarang beredar di Iran, dan Film ini dibuat di Lebanon dan dibintangai oleh aktris yang tinggal di Amerika Utara.  Atefeh (Nikohl Boosheri), dan Shireen (Sarah Kazemy).

Penulis / sutradara Maryam Keshavarz menawarkan perspektif feminin dengan sentuhan sensualitas erotisme tubuh perempuan tanpa mengksploitasi ketelanjangan yang vulgar.  Didalam film ini  Keshavarz mencoba mendorong penonton merasakan perasaan rindu dua gadis yang saling mencintai. Namun dalam keadaan perasaan tertekan oleh  rezim yang menindas.

Sebagai sebuah suguhan tontonan  yang mengangkat isu Perempuan lesbian yang berada di Iran, film ini membuka mata kita melihat begitu mengakarnya budaya patriarkis yang dialami oleh perempuan yg didikte oleh keadaan.   dan apa lagi sebagai seorang perempuan lesbian yang begitu berat mengalami tekanan dan ketertindasan yang belum juga berakhir hingga kini.

Sebagai sebuah dokumentasi karya,  film ini mampu menyajikan Konflik  antara modernisme dan pemerintahan yang Teokratis. melalui gambaran keadaan yang kontradiktif antara gerakan bawah tanah komunitas muda yang berada di Iran. dengan realitas sesungguhnya yang begitu menekan dengan berbagai aturan yang memenjarakan hak asasi manusia.(@yatna_pelangi)

*kehidupan negara didasarkan pada moralisme yang berorientasi kepada agama. Setiap kebijaksanaan, keputusan politik dan penyelengga-raan pemerintahan negara ditentu-kan berdasarkan ketentuan-keten-tuan yang berlaku dalam agama.

K egaiatan akan dilaksanakan pada :

Hari      : Minggu 1 April 2012

Waktu : 3 sore – selesai

Tempat : Sekretariat Ourvoice

Info : 021- 97973210

Kegiatan ini tidak dipungut bayaran (gratis).  Karena keterbatasan tempat harap konfirmasi ke nomer yang tertera diatas atau bisa melalui :

Tweeter Ourvoice : @ourvoiceind

pemimpin gereja Katolik di Skotlandia menolak pernikahan sejenis

Rencana pemerintah untuk mengizinkan pernikahan sipil sejenis ini dipandang sebagai “kegilaan”.

Protes ini dilontarkan Kardinal Keith O’Brien, pemimpin gereja Katolik di Skotlandia. Ia menyuarakan pandangannya sebagai oposisi religius, terhadap diluncurkannya konsultasi formal bagi pernikahan sejenis pada bulan ini.

Pemerintahan konservatif Perdana Menteri David Cameron telah menyusun rencana untuk memperkenalkan pernikahan sipil homoseksual sebelum pemilihan umum berikutnya pada 2015.

O’Brien mengatakan bahwa ketika politisi menumbangkan makna pernikahan, “usaha mereka untuk mendefinisi kembali realitas, maka kegilaan tersebut akan dimanjakan. Proposal ini mewakili subversi mengerikan atas hak asasi manusia yang diterima secara universal,” tulis O’Brien di surat kabat The Sunday Telegraph.

Jika pemerintah mencoba untuk maju dengan rencana ini, “toleransi mereka akan mempermalukan Inggris di mata dunia.”

Kebersamaan di antara warga sipil yang berasal dari jenis kelamin sama, diperkenalkan di Inggris pada Desember 2005, memberi para pasangan sejenis ini hak yang sama untuk menikah. Meski demikian, kebersamaan ini tidak bisa dipandang sebagai pernikahan legal.

“Sejak seluruh hak legal pernikahan ini sudah tersedia untuk pasangan homoseksual, sangat jelas bahwa proposal ini bukanlah tentang hak, namun lebih sebagai usaha untuk mendefinisikan pernikahan kepada seluruh masyarakat,” ujar O’Brien.

“Pernikahan sejenis akan mengeliminir seluruh hukum tentang ide dasar keberadaan ayah dan ibu bagi setiap anak. Ini akan menciptakan masyarakan yang secara sengaja memilih untuk menghalangi seorang anak entah untuk memiliki ayah atau ibu.”

Ia menambahkan bahwa jika pernikahan bisa didefinisikan kembali, jadi tidak lagi ada makna lelaki dan perempuan namun dua lelaki atau dua perempuan. “Kenapa harus berhenti di situ saja? Kenapa tidak sekalian saja mengizinkan tiga lelaki atau satu perempuan dan dua lelaki untuk menikah, jika mereka bisa berjanji setia satu sama lain?” ujar O’Brien.

Sekretaris pemerintahan Inggris di Skotlandia, Michael Moore mengatakan pada televisi BBC rencana ini tidak melibatkan perubahan pernikahan secara religius. “Apa yang kami ingin sampaikan adalah bahwa ketika sebuah pasangan mencintai satu sama lain dan mereka berkomitmen satu sama lain, mereka seharusnya memiliki pernikahan sipil yang sah, tanpa memandang orientasi seksual mereka,” ujarnya.

sumber berita dan foto : http://www.beritasatu.com